Salafy Sragen ~

Apa saja hal-hal yang bisa membatalkan puasa ?

<?php the_title(); ?>, poster nasehat, poster islami keren remaja, poster nasehat ulama, quote islami, poster islami anak, poster religi islam, poster motivasi islami, contoh gambar poster tentang keagamaan.

โŒโŒ Apa saja hal-hal yang bisa membatalkan puasa ?

๐ŸŽ™ Dijawab oleh asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin -rahimahullah- :

Pembatal-pembatal puasa disebutkan didalam al-qur’an ada 3 perkara : makan, minum, dan jimaโ€™. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala :

{ููŽุงู„ุงู†ูŽ ุจูŽุดูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุบููˆุงู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูƒูู„ููˆุงู’ ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุงู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุชูู…ู‘ููˆุงู’ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ:ูกูจูง]

โ€œMaka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.โ€ (QS. Al-Baqarah:187)

Yang pertama & kedua yaitu makan dan minum, disini sama saja baik itu makanan yang halal maupun yang haram, makanan yang bermanfaat maupun yang membahayakan, ataupun makanan yang tidak bermanfaat dan tidak pula membahayakan, sama saja sedikit maupun banyak. Oleh karena inilah merokok termasuk pembatal puasa walaupun rokok itu membahayakan dan benda yang haram.

Sampai-sampai para ulama berkata : kalau seandainya ada seseorang menelan manik-manik maka sungguh dia telah batal(puasanya), dalam keadaan manik-manik itu tidaklah memberikan manfaat bagi badan bersamaan dengan itu dia tetap termasuk pembatal puasa. Demikian pula jika seandainya dia memakan adonan yang dia adon dengan sesuatu yang najis maka sungguh puasa dia telah batal bersamaan dengan itu hal tersebut membahayakan.

Yang ketiga adalah Jimaโ€™, ini merupakan yang paling berbahaya dari jenis-jenis pembatal puasa, dikarenakan orang yang melakukannya wajib baginya membayar kaffaroh, dan kaffarohnya adalah membebaskan budak, jika tidak didapati maka wajib bagi dia puasa 2 bulan berturut-turut, dan jika dia tidak mampu maka memberikan makan kepada 60 orang miskin.

Yang keempat adalah mengeluarkan mani dalam rangka berlezat-lezat, maka jika seseorang mengeluarkan mani dengan berlezat-lezat maka batallah puasanya, akantetapi tidak wajib baginya membayar kaffaroh, dikarenakan kaffaroh itu adalah khusus bagi yang melakukan jimaโ€™.

Yang kelima adalah suntikan yang dengannya seseorang tercukupi dari makan dan minum, dan dia adalah impus. Adapun jika suntikan selain impus maka hal tersebut tidaklah merusak puasa, sama saja seseorang menyuntik di pembuluh darahnya atau di otot-ototnya, dikarenakan hal tersebut bukanlah makan dan minum, dan bukan pula bermakna makan dan minum.

Yang keenam adalah muntah dengan sengaja, apabila seseorang mundah dengan sengaja maka rusak puasanya, adapun jika muntah tersebut keluar(tanpa sengaja) maka hal ini tidak membatalkan puasanya.

Yang ketujuh adalah keluarnya darah haid atau nifas, apabila seorang perempuan keluar darah haid atau nifas padahal sesaat lagi matahari tenggelam(sebentar lagi buka puasa) maka batal puasanya. Adapaun jika darah nifas atau haid tersebut keluar sesaat saja setelah matahari tenggelam maka sah puasanya.

Yang kedelapan adalah mengeluarkan darah dengan berbekam. Berdasarkan sabda nabi -shallahu โ€˜alaihi wasallam- : โ€œtelah batallah(puasa) orang yang membekam dan yang dibekamโ€. Maka apabila seseorang berbekam dan keluar darinya darah maka batal puasanya demikian pula batal puasa orang yang membekamnya apabila cara membekamnya seperti yang dikenal pada zaman nabi -shallahu โ€˜alahi wasallam-, yaitu bahwasannya orang yang membekam tersebut menghisap botol/tanduk tempat darah tersebut(sehingga memungkinkan darah tersebut terminum oleh yang membekam). Adapun jika membekam menggunakan media atau alat yang terpisah dari orang yang membekam(tidak dihisap dengan mulut) maka sesungguhnya yang batal hanya orang yang dibekam, adapun yang membekam tidaklah batal puasanya.

Sehingga apabila pembatal-pembatal puasa ini dilakukan pada siang romadhan oleh orang yang berpuasa maka wajib baginya puasa(qodhoโ€™). Dan diapun berhak mendapatkan 4 perkara ini : 1. Dosa, 2. Batal puasanya, 3. Tetap wajib menahan(puasa) pada sisa waktu pada hari tersebut, 4. Wajib mengqodhoโ€™ puasanya (mengganti diluar romadhon).

Adapaun jika batal puasa dikarenakan jimaโ€™ maka baginya 5 perkara, yang kelimanya adalah membayar kaffaroh.

Akantetapi wajib pula bagi kita untuk mengetahui bahwasannya pembatal-pembatal puasa ini tidaklah membatalkan puasa kecuali terpenuhi padanya 3 syarat : 1. Mengetahui, 2. Ingat(tidak sedang lupa), 3. Keinginan(bukan karena terpaksa).

Maka apabila seseorang yang berpuasa dia melakukan sesuatu dari pembatal-pembatal puasa ini dikarenakan ketidak tahuan maka puasa dia tetap sah, sama saja dia tidak tahu terhadap waktu ataupun tidak tahu terhadap hukumnya.

Contoh ketidak tahuan terhadap waktu adalah seseorang bangun di akhir malam dan dia mengira kalau belum terbit fajar maka dia pun makan dan minum, kemudian setelah itu barulah dia tau kalau fajar telah terbit. Maka yang seperti ini puasanya tetap sah, dikarenakan ketidak tahuannya terhadap waktu.

Adapun contoh ketidak tahuan terhadap hukum adalah seseorang yang berpuasa dia melakukan bekam dalam keadaan dia tidak mengetahui bahwasannya berbekam termasuk salah satu pembatal puasa, maka kita katakan kepadanya puasamu tetap sah. Dalil dari al-quran tentang hal ini adalah firman Allah Taโ€™ala :

{ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุข ุฅูู† ู†ู‘ูŽุณููŠู†ูŽุข ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: ูขูจูฆ]

โ€œWahai rabb kami janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahanโ€. (QS. Al-Baqarah:286)

Sedangkan dalil dari as-Sunnah adalah hadits Asmaโ€™ binti Abi Bakr _-radhiyallahuโ€™anhuma-_ yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhori di dalam kitab shahihnya. Beliau berkata : โ€œKami pernah berbuka puasa pada hari yang mendung pada zaman Nabi _-shallahu โ€˜alaihi wasallam-,_ kemudian matahari muncul sehingga berbukanya kami pada siang hari, akantetapi mereka tidak mengetahui(kalau masih siang) bahkan mereka mengira bahwa matahari benar-benar telah terbenam. Dan Nabi _-shallahu โ€˜alaihi wasallam-_ tidak memerintahkan mereka untuk mengqodhoโ€™(mengganti puasa), jikalau pada kejadian tersebut mewajibkan qodhoโ€™ niscaya nabi _-shallahu โ€˜alaihi wasallam-_ pasti memerintahkannya. Dan kalau seandainya nabi -shallahu โ€˜alaihi wasallam- memerintahkan para sahabat untuk mengqodhoโ€™ pasti sudah dinukil kisah tersebut kepada kita semua. Akantetapi kalau seandainya berbuka dikarenakan mengira matahari telah terbenam lalu tampak kembali bahwa matahari belum terbenam maka wajib bagi dia menahan(puasa kembali) sampai matahari benar-benar terbenam, dan puasanya orang ini tetap sah.

Syarat yang kedua adalah dalam keadaan ingat. Dan lawan dari ingat adalah lupa, maka seandainya orang yang berpuasa itu lupa kemudian dia makan atau minum maka puasanya tetap sah, berdasarkan firman Allah Taโ€™ala :

{ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุข ุฅูู† ู†ู‘ูŽุณููŠู†ูŽุข ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: ูขูจูฆ]

_โ€œWahai rabb kami janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahanโ€. (QS. Al-Baqarah:286)_

Dan sabda nabi _-shallahu โ€˜alaihi wasallam-_ dari sahabat Abu Hurairah _-radhiyallahuโ€˜anhu-_ : โ€œbarangsiapa yang lupa dalam keadaan dia berpuasa kemudian dia makan atau minum, maka hendaknya dia tetap menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah hanyalah ingin memberi dia makan dan minumโ€.

Syarat yang ketiga adalah keinginan, kalau seandainya seseorang yang berpuasa melakukan pembatal-pembatal puasa ini bukan karena keinginannya atau pilihannya maka puasanya tetap sah, walaupun dia berkumur-kumur dan air masuk sampai ke perutnya tanpa keinginannya maka puasanya tetap sah.

Dan seandainya adalah seorang laki-laki memaksa istrinya untuk berjimaโ€™ dalam keadaan tidak mungkin bagi sang istri untuk menolaknya, maka puasa sang istri tersebut tetap sah, dikarenakan hal tersebut(jimaโ€™) bukan keinginannya(dipaksa), dalil yang demikian adalah firman Allah Taโ€™ala tentang orang yang kafir karena dipaksa :

{ู…ูŽู† ูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู† ุจูŽุนู’ุฏู ุฅูŠู…ูŽุงู†ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃููƒู’ุฑูู‡ูŽ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŒ ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู} ุงู„ุขูŠุฉ [ุงู„ู†ุญู„: ูกู ูฆ]

_โ€œBarangsiapa yang kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)โ€. (QS. An-Nahl:106)_

Maka apabila seseorang yang berpuasa itu dipaksa untuk berbuka atau melakukan salah satu pembatal puasa bukan karena keinginannya, maka tidak ada dosa baginya, dan puasanya tetap sah.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ

ุณ: ู…ุง ู‡ูŠ ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ุงู„ุชูŠ ุชูุทุฑ ุงู„ุตุงุฆู…ุŸ

ุฌ: ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ููŠ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุซู„ุงุซุฉ: ุงู„ุฃูƒู„ุŒ ุงู„ุดุฑุจุŒ ุงู„ุฌู…ุงุนุŒ ูˆุฏู„ูŠู„ ุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ููŽุงู„ุงู†ูŽ ุจูŽุดูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุบููˆุงู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูƒูู„ููˆุงู’ ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุงู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุทู ุงู„ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุชูู…ู‘ููˆุงู’ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: ูกูจูง] .

ูุจุงู„ู†ุณุจุฉ ู„ู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจ ุณูˆุงุก ูƒุงู† ุญู„ุงู„ุงู‹ ุฃู… ุญุฑุงู…ุงู‹ุŒ ูˆุณูˆุงุก ูƒุงู† ู†ุงูุนุงู‹ ุฃู… ุถุงุฑุงู‹ ุฃูˆ ู„ุง ู†ุงูุนุงู‹ ูˆู„ุง ุถุงุฑุงู‹ุŒ ูˆุณูˆุงุก ูƒุงู† ู‚ู„ูŠู„ุงู‹ ุฃู… ูƒุซูŠุฑุงู‹ุŒ ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ูุดูุฑุจ ุงู„ุฏุฎุงู† ู…ูุทุฑุŒ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุถุงุฑุงู‹ ุญุฑุงู…ุงู‹.

ุญุชู‰ ุฅู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู‚ุงู„ูˆุง: ู„ูˆ ุฃู† ุฑุฌู„ุงู‹ ุจู„ุน ุฎุฑุฒุฉ ู„ุฃูุทุฑ. ูˆุงู„ุฎุฑุฒุฉ ู„ุง ุชู†ูุน ุงู„ุจุฏู† ูˆู…ุน ุฐู„ูƒ ุชุนุชุจุฑ ู…ู† ุงู„ู…ูุทุฑุงุช. ูˆู„ูˆ ุฃูƒู„ ุนุฌูŠู†ุงู‹ ุนุฌู† ุจู†ุฌุณ ู„ุฃูุทุฑ ู…ุน ุฃู†ู‡ ุถุงุฑ.

ุงู„ุซุงู„ุซ: ุงู„ุฌู…ุงุน.. ูˆู‡ูˆ ุฃุบู„ุธ ุฃู†ูˆุงุน ุงู„ู…ูุทุฑุงุช. ู„ูˆุฌูˆุจ ุงู„ูƒูุงุฑุฉ ููŠู‡ุŒ ูˆุงู„ูƒูุงุฑุฉ ู‡ูŠ ุนุชู‚ ุฑู‚ุจุฉุŒ ูุฅู† ู„ู… ูŠุฌุฏ ูุตูŠุงู… ุดู‡ุฑูŠู† ู…ุชุชุงุจุนูŠู†ุŒ ูุฅู† ู„ู… ูŠุณุชุทุน ูุฅุทุนุงู… ุณุชูŠู† ู…ุณูƒูŠู†ุงู‹.

ุงู„ุฑุงุจุน: ุฅู†ุฒุงู„ ุงู„ู…ู†ูŠ ุจู„ุฐุฉุŒ ูุฅุฐุง ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุจู„ุฐุฉ ูุณุฏ ุตูˆู…ู‡ุŒ ูˆู„ูƒู† ู„ูŠุณ ููŠู‡ ูƒูุงุฑุฉุŒ ู„ุฃู† ุงู„ูƒูุงุฑุฉ ุชูƒูˆู† ููŠ ุงู„ุฌู…ุงุน ุฎุงุตุฉ.

ุงู„ุฎุงู…ุณ: ุงู„ุฅุจุฑ ุงู„ุชูŠ ูŠูุณุชุบู†ู‰ ุจู‡ุง ุนู† ุงู„ุทุนุงู… ูˆุงู„ุดุฑุงุจุŒ ูˆู‡ูŠ ุงู„ู…ุบุฐูŠุฉุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุฅุจุฑ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุบุฐูŠุฉ ูู„ุง ุชูุณุฏ ุงู„ุตูŠุงู… ุณูˆุงุก ุฃุฎุฐู‡ุง ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุจุงู„ูˆุฑูŠุฏุŒ ุฃูˆ ุจุงู„ุนุถู„ุงุชุŒ ู„ุฃู†ู‡ุง ู„ูŠุณุช ุฃูƒู„ุงู‹ ูˆู„ุง ุดุฑุจุงู‹ ูˆู„ุง ุจู…ุนู†ู‰ ุงู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจ.

ุงู„ุณุงุฏุณ: ุงู„ู‚ูŠุก ุนู…ุฏุงู‹ุŒ ูุฅุฐุง ุชู‚ูŠุฃ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุนู…ุฏุงู‹ ูุณุฏ ุตูˆู…ู‡ุŒ ูˆุฅู† ุบู„ุจู‡ ุงู„ู‚ูŠุก ูู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุดูŠุก.

ุงู„ุณุงุจุน: ุฎุฑูˆุฌ ุฏู… ุงู„ุญูŠุถ ุฃูˆ ุงู„ู†ูุงุณุŒ ูุฅุฐุง ุฎุฑุฌ ู…ู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุฏู… ุงู„ุญูŠุถ ุฃูˆ ุงู„ู†ูุงุณ ูˆู„ูˆ ู‚ุจู„ ุงู„ุบุฑูˆุจ ุจู„ุญุธุฉ ูุณุฏ ุงู„ุตูˆู….

ูˆุฅู† ุฎุฑุฌ ุฏู… ุงู„ู†ูุงุณ ุฃูˆ ุงู„ุญูŠุถ ุจุนุฏ ุงู„ุบุฑูˆุจ ุจู„ุญุธุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุตุญู‘ูŽ ุตูˆู…ู‡ุง.

ุงู„ุซุงู…ู†: ุฅุฎุฑุงุฌ ุงู„ุฏู… ุจุงู„ุญุฌุงู…ุฉุŒ ู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู…: ยซุฃูุทุฑ ุงู„ุญุงุฌู… ูˆุงู„ู…ุญุฌูˆู…ยป (ูก) ุŒ ูุฅุฐุง ุงุญุชุฌู… ุงู„ุฑุฌู„ ูˆุธู‡ุฑ ู…ู†ู‡ ุฏู… ูุณุฏ ุตูˆู…ู‡ุŒ ูˆูุณุฏ ุตูˆู… ู…ู† ุญุฌู…ู‡ ุฅุฐุง ูƒุงู†ุช ุจุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู„ู…ุนุฑูˆูุฉ ููŠ ุนู‡ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู…ุŒ ูˆู‡ูŠ ุฃู† ุงู„ุญุงุฌู… ูŠู…ุต ู‚ุงุฑูˆุฑุฉ ุงู„ุฏู…ุŒ ุฃู…ุง ุฅุฐุง ุญุฌู… ุจูˆุงุณุทุฉ ุงู„ุขู„ุงุช ุงู„ู…ู†ูุตู„ุฉ ุนู† ุงู„ุญุงุฌู…ุŒ ูุฅู† ุงู„ู…ุญุฌูˆู… ูŠูุทุฑุŒ ูˆุงู„ุญุงุฌู… ู„ุง ูŠูุทุฑุŒ ูˆุฅุฐุง ูˆู‚ุนุช ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ููŠ ู†ู‡ุงุฑ ุฑู…ุถุงู† ู…ู† ุตุงุฆู… ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตูˆู…ุŒ ุชุฑุชุจ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุฃุฑุจุนุฉ ุฃู…ูˆุฑ: ูกู€ ุงู„ุฅุซู…. ูขู€ ูุณุงุฏ ุงู„ุตูˆู…. ูฃู€ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุจู‚ูŠุฉ ุฐู„ูƒ ุงู„ูŠูˆู…. ูคู€ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ู‚ุถุงุก.

ูˆุฅู† ูƒุงู† ุงู„ูุทุฑ ุจุงู„ุฌู…ุงุน ุชุฑุชุจ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุฃู…ุฑ ุฎุงู…ุณ ูˆู‡ูˆ ุงู„ูƒูุงุฑุฉ.

ูˆู„ูƒู† ูŠุฌุจ ุฃู† ู†ุนู„ู… ุฃู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ู„ุง ุชูุณุฏ ุงู„ุตูˆู… ุฅู„ุง ุจุดุฑูˆุท ุซู„ุงุซุฉ:

ูกู€ ุงู„ุนู„ู…. ูขู€ ุงู„ุฐู‘ููƒุฑ. ูฃู€ ุงู„ุฅุฑุงุฏุฉ.

ูุฅุฐุง ุชู†ุงูˆู„ ุงู„ุตุงุฆู… ุดูŠุฆุงู‹ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ุฌุงู‡ู„ุงู‹ุŒ ูุตูŠุงู…ู‡ ุตุญูŠุญุŒ ุณูˆุงุก ูƒุงู† ุฌุงู‡ู„ุงู‹ ุจุงู„ูˆู‚ุชุŒ ุฃูˆ ูƒุงู† ุฌุงู‡ู„ุงู‹ ุจุงู„ุญูƒู…ุŒ ู…ุซุงู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ ุจุงู„ูˆู‚ุช: ุฃู† ูŠู‚ูˆู… ุงู„ุฑุฌู„ ููŠ ุขุฎุฑ ุงู„ู„ูŠู„ุŒ ูˆูŠุธู† ุฃู† ุงู„ูุฌุฑ ู„ู… ูŠุทู„ุนุŒ ููŠุฃูƒู„ ูˆูŠุดุฑุจ ูˆูŠุชุจูŠู‘ูŽู† ุฃู† ุงู„ูุฌุฑ ู‚ุฏ ุทู„ุนุŒ ูู‡ุฐุง ุตูˆู…ู‡ ุตุญูŠุญุ› ู„ุฃู†ู‡ ุฌุงู‡ู„ ุจุงู„ูˆู‚ุช.

ูˆู…ุซุงู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ ุจุงู„ุญูƒู…: ุฃู† ูŠุญุชุฌู… ุงู„ุตุงุฆู… ูˆู‡ูˆ ู„ุง ูŠุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุญุฌุงู…ุฉ ู…ูุทุฑุฉุŒ ููŠูู‚ุงู„ ู„ู‡ ุตูˆู…ูƒ ุตุญูŠุญ. ูˆุงู„ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุข ุฅูู† ู†ู‘ูŽุณููŠู†ูŽุข ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: ูขูจูฆ] ู‡ุฐุง ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู†.

ูˆู…ู† ุงู„ุณู†ุฉ: ุญุฏูŠุซ ุฃุณู…ุงุก ุจู†ุช ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุงู„ุฐูŠ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ุตุญูŠุญู‡ (ูก) ุŒ ู‚ุงู„ุช: ุฃูุทุฑู†ุง ูŠูˆู… ุบูŠู… ุนู„ู‰ ุนู‡ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู…ุŒ ุซู… ุทู„ุนุช ุงู„ุดู…ุณ ูุตุงุฑ ุฅูุทุงุฑู‡ู… ููŠ ุงู„ู†ู‡ุงุฑุŒ ูˆู„ูƒู†ู‡ู… ู„ุง ูŠุนู„ู…ูˆู† ุจู„ ุธู†ูˆุง ุฃู† ุงู„ุดู…ุณ ู‚ุฏ ุบุฑุจุช ูˆู„ู… ูŠุฃู…ุฑู‡ู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ุจุงู„ู‚ุถุงุกุŒ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆุงุฌุจุงู‹ ู„ุฃู…ุฑู‡ู… ุจู‡ุŒ ูˆู„ูˆ ุฃู…ุฑู‡ู… ุจู‡ ู„ู†ูู‚ู„ ุฅู„ูŠู†ุง. ูˆู„ูƒู† ู„ูˆ ุฃูุทุฑ ุธุงู†ู‘ู‹ุง ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณ ูˆุธู‡ุฑ ุฃู†ู‡ุง ู„ู… ุชุบุฑุจ ูˆุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุญุชู‰ ุชุบุฑุจ ูˆุตูˆู…ู‡ ุตุญูŠุญ.

ุงู„ุดุฑุท ุงู„ุซุงู†ูŠ: ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุฐุงูƒุฑุงู‹ุŒ ูˆุถุฏ ุงู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู†ุณูŠุงู†ุŒ ูู„ูˆ ู†ุณูŠ ุงู„ุตุงุฆู… ูุฃูƒู„ ุฃูˆ ุดุฑุจ ูุตูˆู…ู‡ ุตุญูŠุญุ› ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุข ุฅูู† ู†ู‘ูŽุณููŠู†ูŽุข ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: ูขูจูฆ] ุŒ ูˆู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ููŠู…ุง ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ยซู…ูŽู† ู†ุณูŠ ูˆู‡ูˆ ุตุงุฆู… ูุฃูƒู„ ุฃูˆ ุดุฑุจ ูู„ูŠุชู… ุตูˆู…ู‡ ูุฅู†ู…ุง ุฃุทุนู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู‚ุงู‡ยป (ูข) .

ุงู„ุดุฑุท ุงู„ุซุงู„ุซ: ุงู„ุฅุฑุงุฏุฉุŒ ูู„ูˆ ูุนู„ ุงู„ุตุงุฆู… ุดูŠุฆุงู‹ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ูุทุฑุงุช ุจุบูŠุฑ ุฅุฑุงุฏุฉ ู…ู†ู‡ ูˆุงุฎุชูŠุงุฑุŒ ูุตูˆู…ู‡ ุตุญูŠุญุŒ ูˆู„ูˆ ุฃู†ู‡ ุชู…ุถู…ุถ ูˆู†ุฒู„ ุงู„ู…ุงุก ุฅู„ู‰ ุจุทู†ู‡ ุจุฏูˆู† ุฅุฑุงุฏุฉ ูุตูˆู…ู‡ ุตุญูŠุญ.

ูˆู„ูˆ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู‡ ุงู„ุฑุฌู„ู ุงู…ุฑุฃุชู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุงุน ูˆู„ู… ุชุชู…ูƒู† ู…ู† ุฏูุนู‡ุŒ ูุตูˆู…ู‡ุง ุตุญูŠุญุ› ู„ุฃู†ู‡ุง ุบูŠุฑ ู…ุฑูŠุฏุฉุŒ ูˆุฏู„ูŠู„ ุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠู…ู† ูƒูุฑ ู…ูƒุฑู‡ุงู‹: {ู…ูŽู† ูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู† ุจูŽุนู’ุฏู ุฅูŠู…ูŽุงู†ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃููƒู’ุฑูู‡ูŽ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŒ ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู} ุงู„ุขูŠุฉ [ุงู„ู†ุญู„: ูกู ูฆ] .

ูุฅุฐุง ุฃููƒู’ุฑูู‡ ุงู„ุตุงุฆู… ุนู„ู‰ ุงู„ูุทุฑ ุฃูˆ ูุนู„ ู…ูุทุฑุงู‹ ุจุฏูˆู† ุฅุฑุงุฏุฉุŒ ูู„ุง ุดูŠุก ุนู„ูŠู‡ ูˆุตูˆู…ู‡ ุตุญูŠุญ.

*ูคูจ ุณุคุงู„ุง ููŠ ุงู„ุตูŠุงู…*

โœ Grup WA Salafy Sragen

Artikel Terkait

Bagaimana Hukum Mencium Tangan Kedua Orang Tua?
Bagaimana Hukum Mencium Mushaf Al-Qur’an ?
Pengertian Puasa dan Nasehat Penting Bagi Yang Akan Menjalankannya
Perbanyak Do’a Untuk Kedua Orang Tua Di Dalam Sholat
Bagaimanakah hukum seseorang berbicara dengan bangsa jin ?
Cara Menghilangkan dari Kejahatan Malam, Wanita Tukang Sihir, dan Orang yang Hasad

Galeri Poster Dakwah

Jadwal Taklim Salafy Sragen